Multi Level Marketing……….. MLM lagi…. MLM lagi….. kenapa sih teman-temanku selalu mengajakku bergabung MLM…. please deh…
Ah… sepertinya sudah ratusan kali kudengar kata itu. Entah kenapa aku benci dengan kata MLM dan benci dengan Bisnis itu. Padahal aku tidak pernah disakiti, dibuat rugi, ditipu, atau diperlakukan tidak adil oleh orang-orang MLM. (Kenyataanya, mereka malah bantu saya).
Lalu, kenapa aku bisa membenci dan menjauh dari komunitas ini….???? Padahal, teman-teman yang joint dengan MLM semuanya baik dengan saya. (Dibenakku.. mereka ada maunya) Yah Tuhan, betapa naifnya aku ini….. tapi aku masih tetap ndak suka dengan MLM…. Sepertinya, bagi saya nih…. komunitas MLM adalah kumpulan orang-orang “muna”. Buku panduan dijual-jual, pajaknya bagaimana itu ? Seminar jual-jual tiket, produk dijual mahal-mahal, dikenakan pajak ngak?. Begitu juga dengan masalah bonus…. kalau dapat bonus bayar pajak ndak….??? Menurut saya lagi nih, “ini pembodohan namanya….Saya mempertanyakan, kok bisa-bisanya Megawati menerima MLM Tienshi di Indonesia…….
Kalau mau benar, suruh anggota membuat NPWP, itu baru betul….. pendapatku nih…. coba bayangkan, dan simak, untuk bisa mendapatkan Bintang Delapan (*8) dengan TGS 8 Milyar PV (TGS-nya Gold Lion) sekitar 4.096 orang harus mengelurkan uang 2 juta rupiah untuk membeli produk Tienshi yang belum tentu produk tersebut bermamfaat bagi yang bersangkutan. (Suatu produk bermamfaat jika pemakaiannya dilakukan secara terus menerus/rutin).
Jika angka tersebut dikalikan dengan pembelian 2 juta maka jumlahnya mencapai Rp. 8.192.000.000. belum lagi ditambah biaya regitrasi Rp. 85.000 x 4.096 = Rp. 348.160.000. Yang paling saya tidak terima, ketika dihubung-hubungkan dengan pedagang asongan, penjual tahu gejrot, tukang tambal ban, usaha air tebu dll. Pedagang kecil ini seolah-olah mengerjakan sesuatu yang sia-sia. (buku pendalaman Marketing Plan Tianshi by Isa). Saya mau pertanyakan, dengan Rp. 2 juta bergabung dengan Tianshi plus 85.000 tadi, apakah member baru tadi sudah terjamin makannya setiap hari….? Kalau tukang nasi goreng, masih menjanjikan, kalau tidak laku dimakan aja bersama keluarganya…. benar ngak bung Isa ? bung atau ibu nih… hehehe….
Paling tidak, pikiran-pikiran inilah yang selalu bergejolak di otakku, akibatnya aku semakin tidak tahan dengan MLM itu, aku telah memusuhi sesuatu yang tidak pernah merugikan aku… padahal ibu Dr Margareth, salah satu dosen UI pernah ingatkan kami, katanya, manusia harus selalu positif thinking, dan inclusive. Sorry ibu yang baik….
Selain itu, aku mulai mencoba ingat, ada apa dengan MLM sehingga aku bisa benar-benar tidak bisa menerimanya… Mungkinkah karena, aku pernah mendengar ada orang yang sudah mengeluarkan uang banyak, ternyata ia tidak berhasil dan usahanya itu menjadi sia-sia? Menurutku, itu kesalahannya sendiri memasuki sesuatu bisnis yang tidak dimengerti… paling tidak, inilah jawaban untuk pertanyaanku… atau… orang yang gagal tadi memang ndak sungguh-sungguh atau tidak fokus, sehingga dia gagal…
Ah… kini aku semakin ndak mengerti, kenapa tiba-tiba aku kepikiran MLM. Apa aku sudah mulai “kemakan rayuan pulau kelapa” oleh orang-orang MLM ….? Yah ampun, betapa kotornya pikiranku ini…….!!! Tapi yang jelas… aku semakin ingin mengenal MLM ini….. Tapi jangan…. aku bisa gagal dan malah memperburuk keadaanku….(senjata makan tuan)
Memang, aku sudah melihat dan mendengar orang-orang yang sudah berhasil di MLM, seperti tadi, bapak Agus TL aku tidak tahu nama lengkapnya. Beliau termasuk orang yang sudah sukses di Tienshi salah satu brand yang dijalankan dengan MLM. Konon katanya, pak Agus ini Gold Lion Tienshi Indonesia, yang barang tentu sudah mendapat bonus, Mobil Mewah (Mercy), Kapal Mewah (yacht). Kabarnya di Indonesia sudah ada puluhan yang mencapai Direktur yang membawahi empat Gold Lion.. yang barang tentu sudah mendapatkan semua fasilitas yang diperoleh dari bintang 8 keatas, seperti bonus prestasi 40%, bonus perkembangan 37% dll.
Btw, menurutku, pak Agus boleh juga, orangnya sangat familier dan “rendah hati” aku tidak tahu apa sikap itu dibuat-buat. Tapi menurutku… beliau bisa dijadikan panutan dalam bisnis MLM. Saya tertarik juga dengan komentarnya tidak akan terlibat di Politik walaupun sudah mapan secara financial. Pertanyaan yang ada dibenakku, orang sekaliber pak Agus itu, kok masih mau bergaul dengan orang-orang biasa, dan memberikan dorongan agar sukses….? semoga saja, apa yang diperolehnya di Tienshi, dapat juga di sorga kelak…..
Tapi jujur, aku sangat salut dengan pak Agus yang satu ini….. dan aku jadi tertarik dengan MLM yang satu ini (Sepertinya aku harus joint). Tapi penghasilanku sangat terbatas, bagaimana bisa berkembang…?. Ah bodo amat, kalau mereka bisa, masa aku tidak bisa…. saya kira saya hanya perlu lakukan 7 (tujuh) langkah yang dianjurkan pak Agus tadi, aku yakin pasti aman dan bereslah itu…!!!!! Tolong bantu aku Tuhan untuk bisnis yang satu ini, agar aku jangan selalu mempermalukanMu, aku ingin menjadi berkat. Kalau miskin, mana bisa memberkati orang lain…
Aku bersyukur, sahabat baruku Malik mengundangku ke Pertemuan tadi di ruang Orchid lantai 6 Gedung Jakarta Disign Center. Aku sangat termotivasi jadinya, penilaiankupun terhadap MLM berubah, seandainya aku ikuti saran temanku tahun 2002 dulu, ketika ia bergabung dengan Tienshi, mungkin aku sudah sukses (Tapi Suandi temanku dan Istrinya Gotlan gagal juga tuh…. aku ndak tahu kabar mereka sekarang). Barangkali, inilah waktunya aku harus bergabung dengan MLM…..
Bang Malik, thanks untuk semuanya, aku tahu you sudah cepek mengajak gue, padahal ajakan itu untuk kebaikan masa depan gue. Saya kasih applus ama bang Malik yang terus mendorong aku agar joint. Padahal, teman baiku sudah ajak aku beberapa kali, bahkan ada dari Hongkong loh… tapi aku masih berat, saya jadi ndak enak juga ama dia. Jujur, setelah bang Malik memberikan masukan, aku jadi mau ikut pertemuan tadi. Pembicaranya sangat bagus, tapi MC-nya kurang mantap, pada prinsipnya akupun tertarik…. sekali lagi bang Malik, thanks for all. Kelak kalau kita sudah dapat Yacht-nya, kita bisa mancing sama-sama di laut…. hehehe…
Oke… mari kita kemon… langkah awal yang harus aku lakukan kira-kira apa yah… mungkin ini kali yah….
1. Ubah paradigma….. aku harus merubah pola pikirku ttg MLM. (Oke, I Love MLM, I Love Tienshi)
2. Persiapkan mental… (Siap ditolak…. tapi gue siap ngak sih..????? tapi harus siap)
3. Ikuti yang diajarkan pembicara (Pak Agus) lakukan ke- 7 (tujuh) Langkah tadi…
4. Sementara ke tiga itu dulu….
5. Berdoa Minta kekuatan dari Tuhan, agar semua nama yang ditulis mau dikunjungi dan semuanya closing…Amin…
Aduh sudah pagi neh…. ntar jam 8 aku harus jalan ama pak Ridwan ke Depertemen Agama, urusannya bukan masalah Monas loh…
T’rims